Saturday, October 1, 2011

Puas?

Di depan jendelaku ada air mengalir dari langit turun ke bumi dengan derasnya,

Di samping kananku ada segelas milo panas yang lezatnya tak terkira,

Di samping kiriku ada tumpukan buku milik orang spesial di hati.

Ahh.. aku sangat menikmati dan bersyukur ada pada suasana ini :)


Readers,

Karena masih terbawa topik tentang 'Contentment' dari hasil diskusi kemarin bersama teman-teman, saya pun ingin menuliskannya disini.

Sudahkah anda puas dengan apa yang anda miliki?
Atau masihkah anda mencari-cari dan iri akan barang milik orang lain?

Tidak dipungkiri bahwa dalam hidup ini, kita akan memiliki perasaan cemburu dan iri. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi perasaan - perasaan yang timbul tersebut. Saya sendiri tidak luput dari penjajahan perasaan cemburu dan iri.

Beberapa bulan lalu saya pernah diminta seorang teman untuk membantu dia mencarikan kamar. Pencarian yang serasa tak ada habisnya membuat kita sama-sama lelah, dan jujur saja saya juga merasa kasihan dengan dia yang masih belum mendapatkan kamar. Ketika pada akhirnya, dia mendapatkan kamar dengan bantuan saya, aneh tapi nyata.. Bukan perasaan bahagia yang saya alami, tetapi justru ada perasaan iri karena dia mendapatkan kamar dengan harga lebih murah daripada saya.

Disini saya sadar bahwa saya sedang dijajah perasaan iri, jadi saya tidak mau tinggal diam. Segera ketika saya melaju pulang dengan kendaraan umum, saya memborbardir pikiran saya dengan pertanyaan-pertanyaan. "Mengapa aku bisa merasa iri? Mengapa aku tidak berbahagia karena temanku mendapatkan kamar? Seharusnyakah aku benar-benar merasa iri dan bersikap sesuai dengan perasaan itu?"

Saya bersyukur bahwa saya adalah orang yang selalu berpikir dan refleksi diri jika saya merasa saya sedang dijajah pikiran-pikiran negatif. Dan ketika pertanyaan "mengapa" di atas muncul, diriku pun menjawabnya dengan lantang.

"Tentu dong aku iri, kan dia mendapatkan kamar jauh lebih murah daripada aku, padahal harga kamarku sendiri mahal. Wah kebahagiaanku telah terselubung dengan perasaan iri yang kadarnya sangat tinggi. STOP!!! Aku punya pemilik rumah yang begitu baik, ada teman dekat dan aunty baik hati yang tinggal hanya beberapa blok dari rumahku, masih haruskah aku merasa iri lagi?..."

Readers, aku percaya akan pentingnya waktu bagi diri kita untuk refleksi dan merasa puas dengan apa yang telah kita miliki. Membandingkan diri dengan orang lain tentunya hanya akan membuat diri kita memiliki tekanan.  Coba rasakan dan nikmati apa yang kita miliki saat ini. Ingat readers, waktu tidak pernah terulang kembali. Dan setiap tahap dalam kehidupan memiliki suka dan deritanya masing-masing.

No comments:

Post a Comment