Tia: Aduh, Din.... Gigi gua sakit amat ya..
Dina: Udah ke dokter gigi aja, biar diobatin
Tia: Din, dari kecil sampai gede, gua tuh paling takut ama dokter gigi. Ngelihat bornya aja gua udah ngeri, belum lagi jarum suntiknya. Mana biayanya mahal lagi
Dina: Ya udah, mau nga berobat yang murah terus loe nggak usah ngelihat bor dan jarum suntik?
Tia: Mauuu...
Dina: Ama gua aja deh, ntar gua cabut gigi loe yang sakit ama tang.
Tia: Dinaaaaaaaa....loe tu ye...., aduhhh gigi gua.....
Kita sering meremehkan hal-hal kecil yang ada di kehidupan kita. Gigi telah banyak membantu di dalam kelangsungan hidup kita untuk mengunyah makanan. Kadang kala kita melupakan jasa mereka. Kadang kita lupa menggosok gigi kita dan lupa merawat mereka. Jika tiba-tiba gigi kita sakit, apa yang kita lakukan? Kita mengeluh atas penderitaan kita, mengumpat karena rasa sakit yang ditimbulkan oleh gigi kita. Pernahkah kita mencari tahu apa penyebab dari sakit gigi yang sedang dialami oleh kita? Ingat, segala sesuatu yang timbul di dalam kehidupan kita pasti ada penyebabnya.
Demikian juga dengan kehidupan kita sehari-hari. Kadang kala kita mengeluh atas peristiwa buruk yang menimpa diri kita. Yang lebih parah lagi jika kita mengalami peristiwa yang menggembirakan, kita menjadi lupa daratan. Kita lupa mensyukuri hal-hal baik yang terjadi di dalam kehidupan kita. Inikah gaya hidup manusia zaman sekarang?
Ambilah sebuah contoh simple yang sering dialami ketika kita menganggur, kita menginginkan mempunyai pekerjaan. Suatu hari, kita mendapatkan pekerjaan yang baru, kita merasa gembira luar biasa. Setelah beberapa kita bekerja, kita mulai mengeluh mengenai pekerjaan kita tersebut, mulai dari pekerjaannya susah, gajinya kecil, tidak mendapat uang lembur sampai ke hal-hal kecil lainnya seperti bosnya pendek, kecil, gemuk, cerewet, eh udah gitu hidup lagi.
Padahal kalau kita mau mengkoreksi diri kita, belum tentu hal-hal buruk yang menimpa pada waktu kita bekerja merupakan kesalahan orang lain. Bisa saja diri kita yang lambat di dalam bekerja sehingga bos kita menjadi marah ketika kita tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut pada waktunya. Kalau saja kita mau belajar sesuatu hal yang baru, lama kelamaan kita pasti menguasainya. Setiap orang pasti menginginkan gaji yang besar, akan tetapi bukankah lebih baik kita mempunyai penghasilan daripada tidak sama sekali? Siapa tahu jika kita rajin bekerja, kita mendapatkan kenaikan dalam gaji? Andai kata, kenaikan gaji tersebut tidaklah banyak, hitung-hitung kita membeli pengalaman sehingga ketika sudah waktunya pindah kerja ataupun membuka usaha sendiri kita sudah mempunyai bekal pengalaman yang cukup.
Hidup ini bagaikan sebuah kaca yang mencerminkan siapa diri kita sesungguhnya. Hidup ini juga merupakan sebuah misteri, apapun yang terjadi di masa depan, tidak ada satupun yang mengetahuinya dengan pasti. Jika kita bisa pasrah dan menerima apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita dengan lapang dada maka kita dapat menjalani kehidupan ini dengan lebih ringan.
Semoga bermanfaat :)