Sekarang saya berada di McD, Clementi hohoho!! Sambil menikmati ice cream sundae, sambil melihat jalanan yang penuh dengan mobil berjalan, sambil ngobrol sama Helmi dan sambil menulis blog ini. Bingung ga tuh ya? Bagaimana bisa seorang perempuan biasa seperti diriku melakukan semua hal bersamaan? Huahaha!
Kenyataannya... Saya melakukan semuanya satu per satu. Ketika satu hal dilakukan, hal lainnya tidak bisa dilakukan, karena biasanya fokus terpecah dan hasil menjadi tidak baik. Fokus seperti sekarang ini sungguhlah menyenangkan, suara orang-orang dan musik di belakang hanya seperti background yang menghiasi keramaian suasana ini. Klo boleh jujur, saat ini sunggu nikmat :) :) :)
Readers, hari ini saya belajar tentang pelajaran kehidupan dari managerku, Agnes ;).
Agnes merupakan seorang wanita, Singaporean, sudah berumur sekitar 50+.. Di mataku Agnes adalah seorang guru :). Ia berbeda dengan kebanyakan orang kantoran yang seumuran dengannya. Menurutku, biasanya karena telah memiliki pengalaman dan kemampuan lebih daripada yang lain, orang-orang senior kantor itu akan merasa hebat dan berkuasa.
Agnes tidak termasuk salah satu dari orang-orang tersebut.
Hari ini saya baru saja belajar darinya..
Walaupun kita sudah mencapai posisi tinggi, janganlah merasa sombong, dan tetaplah semangat untuk belajar dari siapapun. Siapapun disini termasuk orang-orang yang masih junior, yang umurnya masih lebih kecil dari kita, yang pengalamannya jauh belum sepadat pengalaman yang telah kita dapatkan.
Anyway, readers, belum pernah saya menulis sambil dibaca oleh orang lain hehe! Kali ini berbeda ;)
Karena ditemani Helmi di McD, dia membaca apa yang kutulis disini sebelum saya post hehe!
Hemm.. readers, I enjoy this very moment! Love it! :) :)
It's worth it to be at this moment and go with the flow when time moves on ~ ~ ~

Tok tok tok, numpang tanya, rumahnya Carolina dimana ya, hehehe.
ReplyDeleteReaders,
Ketika aku membaca blog ini, aku ditemani oleh seorang yg spesial yaitu Carolina, hehehe. Anyway, setuju bgt dengan kata2 "janganlah merasa sombong" karena proses belajar itu ga selalu bersumber dari senioritas, tapi kita juga bisa belajar dari junior, bahkan dari seorang kanak-kanak, misalnya dengan memperhatikan perilaku anak, kita bisa belajar menjadi seseorang yang berjiwa muda, betuk ga Readers, hehehe.
Helmi